Percayalah, yang namanya #galau tak melulu ttg jodoh yang tak kunjung datang. bahkan mereka yang sudah berjodoh(red:nikah) pun sesekali masih mengenal #galau, karna memang interaksi antara #galau dan manusia tidak bisa diputuskan begitu saja.
dalam kamus gw #galau sendiri merupakan sebuah kata lebay yang menggambarkan suatu ‘problem‘ yg sedikit banyak menguras pikiran dan perasaan. #halah
“Jadi ayamku mana??!” *memprotes diri sndiri segera back to main topic
sudah beberapa hari mungkin minggu atau bahkan bulanan rasanya terpendam, menunggu matang untuk bs digali. ada yg mencoba berontak. beneran gw merasa galau dan ga nyaman banget dgn hoby gw (red: fotography).
berkelut dgn komunitas yg rata-rata penyuka foto modeling, sesekali atau beberapa kali pernah lah terbawa arus, seakan latah ikut-ikutan hanya karena merasa ga enak.
bukan brmaksud memandang buruk, karna pada dasarnya mau modeling, macro, landscape dll semua kembali ke selera.
dan yg namanya model, persepsi orang ga akan jauh dr kata ‘gadis’ ‘cantik’ ‘sexy’. dan selama gw ikut hunting, memang seperti itulah yg gw temui.
‘km ga suka bro yg begituan?!’ *munafik klo gw jawab ga suka
tapi yang namanya hati, boleh lah merasa #galau dengan sebuah pilihan
jujur awal mulai gw menggeluti hoby ini karna gw lbh cenderung suka ke alam seperti macro, landscape.
mungkin memang harus belajar tegas dengan diri sendiri, jika memang tidak suka ga perlu ikutan atau merasa ga nyaman untuk menolak “ikuti kata hatimu bro!!”
yang sudah biarlah menjadi sejarah, sudah saatnya men-delete 1 #galau dr daftar list#galau.
say goodbye to ‘foto modelling’ but say ‘yes’ to model yg ga bikin #galau hehe..
so the main topic is #galau tu ga melulu ttg ‘C.I.N.T.A’ *sambil gerak-gerakin jari ala D’bagindas